Setelah sekian lama blog ini belum diupdate, bahkan jumlah postingan tahun 2011 lebih sedikit dari tahun sebelumnya (penting -.-),, Sekarang saya punya ide, gimana kalau blog ini diisi apa-apa saja yang saya pelajari dari browsing, buku, ceramah, dll yang menyangkut penghayatan ayat-ayat Al-Qur'an yang sering dibaca atau didengar! :)
Dan sebagai permulaan tahun yang insya Allah penuh berkah ini, mari kita mulai dari akhir, a.k.a. Hari Kiamat :)
Al-Qiyamah yang dalam bahasa Indonesia artinya Hari Kiamat, hanyalah satu dari nama-nama hari akhir yang ada di Al-Qur'an. Masih ada Al-Qori'ah (hari yang menggetarkan hati), Al-Haqqah (hari yang pasti terjadi), Yaumuddin (hari pembalasan), Yauman yaj'alul wildaana syiban (hari yang menjadikan anak-anak beruban), Yaumal fashli (hari keputusan), Ath Thammatul Kubro (malapetaka besar), dan banyak lagi...
Berikut beberapa ayat dalam surat Al-Qiyamah ayat 1-15:
Ayat ini dimulai dengan sumpah Allah, yang menandakan betapa pentingnya objek sumpah tersebut,
لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
"Aku bersumpah dengan hari kiamat" (1) "dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)" (2)
Selanjutnya Allah mengajukan pertanyaan yang sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam dada manusia,,
"Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?" (3)
Memang banyak manusia yang tidak percaya bahwa akan ada hari dimana jasadnya yang telah mati berjuta-juta tahun itu akan dibangkitkan kembali,,, (coba browse: Death is a Lie, World will not End, dll) Allah membantahnya dengan kalimat:
"Bukan demikian, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna" (4)
Bukankah pada jari ada sidik jari yang menyimpan kerumitan sangat tinggi sehingga tidak ada manusia yang memiliki sidik jari yang sama? (coba browse: Finger print). Memang sejujurnya, bantahan manusia akan hari kiamat hanyalah alasan untuk tidak menaati Allah,,,
"Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus menerus"(5) "Ia bertanya: 'Kapankah hari kiamat itu?'"(6)
Beginilah manusia, ia tidak menanyakan waktunya untuk bersiap menghadapi dengan ketaatan, tapi ia bertanya untuk menantang dan melawan kedatangan hari itu,, (mungkin dengan membuat kapal super besar dan kapal canggih tahan badai katarina :P, atau pindah ke luar planet bumi,, coba nonton film 2012, Pandorum, atau lawan aja alien-alien penghancur buminya kayak di Independence Day :D )
"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan)"(7) "dan apabila bulan telah hilang cahayanya" (8) "dan matahari dan bulan dikumpulkan," (9)
Mungkin ini pertanda bahwa saat hari kiamat terjadi, manusia tetap berada di bumi, terbelalak hampir ga percaya menyaksikan bahwa bulan kehilangan cahayanya, yang berarti matahari tidak di tempatnya,, atau bulan yang tidak ditempatnya? atau semua planet tidak di tempat seharusnya?? karena matahari dan bulan berkumpul!!! wallahu a'lam..
"pada hari itu manusia berkata: 'Ke mana tempat lari?'" (10) "Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!" (11) "Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali" (12)
Nah, begitulah betapa mengerikannya hari itu dan manusia hanya ingin lari,, lari,, dan lari,,,
"Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya."(13) "Bahkan manusia jadi saksi atas dirinya sendiri," (14) "dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya" (15)
Astaghfirullah, jangankan hari itu, sekarang saja saat masih di dunia rasanya kita bisa menyesali apa-apa yang kita lalaikan dari kewajiban... apa-apa saja yang kita lakukan dari hal-hal yang dilarang Allah. Kalau di dunia, penjahat belum tentu mau mengaku dan menjadi saksi atas diri sendiri, tapi di pengadilan Allah nanti manusia bahkan menjadi saksi atas diri sendiri,,, hal ini berkaitan dengan ayat di surat lain jika kita bertanya, "siapakah orang yang lalai itu?"
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam dengan sebagian besar jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."
[Q.S. Al-A’raf : 179]
Itulah orang-orang yang lalai. Sehingga mata dan telinganya sendiri akan menjadi saksi,, Lebih baik menyesal saat di dunia dan segera bertaubat dari pada menyesal di hari tidak diterima lagi taubat seorang hamba :'(
~Allahumma inna nas-aluka husnul khotimah~

0 komentar:
Poskan Komentar