(sumber gambar : http://www.stumbleupon.com/su/8TNMja/thedesigninspiration.com/articles/)
Ada banyak waktu yang bisa saya lalui dengan buku, baik disengaja maupun tidak sengaja, disadari maupun tidak disadari. Misalnya, lagi pingin tau tentang fiqh nikah (misalnya lho..), ya dengan sengaja saya cari di perpustakaan atau toko buku. Beda dengan ketika capek ngerjain tugas di komputer, trus mata ingin mengalihkan pandangan sejenak, eh nggak sengaja kelihatan deh buku yang kayaknya belum habis dibaca di lemari, walhasil buku itu pasti saya baca meski cuma lima menit, bahkan bisa jadi baca sampai habis dan tugas pun terlupakan, huhu.. Kalau dengan sadar, kadang-kadang saya pergi ke perpus Salman sambil menungu waktu shalat dengan membaca buku. Tapi ada juga, secara nggak sadar saya malah beli buku saat uang di dompet lagi tipis-tipisnya! saya sendiri heran, nggak tahu kenapa bisa begitu...
Ada pepatah mengatakan "kamu adalah apa yang kamu baca!". Pepatah ini ada benernya, ada juga enggak benernya. Misal, saya mulai mengubah paradigma lama tentang pendidikan setelah membaca buku-buku seperti Dunia Tanpa Sekolah, Laskar Pelangi, Mendidik itu Melawan, dan banyak lagi. Tapi, disisi lain, ketika saya baca tentang Konfusianisme misalnya, apakah saya lantas jadi konfusian? Nggak kan... Karena membaca bisa jadi sekedar membandingkan pengetahuan kita dengan pengetahuan orang lain, pengalaman dan konsep hidup kita dengan pengalaman dan konsep hidup orang lain. Tapi aseli, membaca bisa membuka pikiran kita!
Ada ruang baru yang kita munculkan dalam otak, yang kita isi dengan imajinasi kita sendiri, saat memvisualisasikan apa yang sedang kita baca. Bahkan bisa jadi, seakan-akan kita yang mengalami sendiri cerita dalam buku tersebut. Apalagi kalau kejadiannya menarik dan penulis memiliki teknik yang sangat baik dalam menggambarkan cerita. Itulah kenapa saya sedikit tidak suka kalau isi buku dibuat jadi film, sehingga mengacaukan film imajiner versi otak sendiri. Lebih baik nonton filmnya saja, tanpa tahu teks bukunya ^^
Buku adalah Teman, bagi saya. Bahkan teman yang bisa kita panggil kapan saja kita mau, secara sengaja atau tidak, sadar atau tidak. Tapi anehnya, kenapa nomornya nggak ada di phonebook saya ya? :D

0 komentar:
Poskan Komentar