Sudah lama sekali ingin mengumpulkan ingatan-ingatan tentang mendidik anak dalam sebuah catatan. Biar bisa dibaca kapan saja, mungkin menuliskannya di blog bisa jadi pilihan :)
Karena akhir-akhir ini sedang tertarik membaca Novelnya Tere Liye yang "serial anak-anak Mamak" (baru baca yang Burlian, sih..-red.), maka saya ingin mengulas salah satu contoh bagaimana Mamak mendidik anaknya (pake bahasa sendiri tapi...)
Hari itu Burlian dan Kak Pukat sengaja bolos dari sekolah. Pulang lebih cepat, hampir ketahuan Bakwo Dar. Tapi sayangnya, si bungsu Amel memergoki mereka. Syukurlah Amel bisa diancam sedikit untuk tutup mulut. Jangan sampai Mamak tahu...
Seharian mereka bolos hanya untuk menangkap belalang. Asiknya bukan main. Selamat! Mereka pulang sebelum Mamak sampai di rumah. Amel pun kelihatannya diam. Malam berhasil dilewati...
Esok paginya, Mamak mengajak Burlian dan kak Pukat mencari kayu ke hutan. Hah?! Luar biasa, baru kali ini Mamak mengizinkan mereka tidak masuk sekolah. Dengan senang hati keduanya ikut Mamak ke hutan. Tapi Mamak nampak dingin dan diam saja.
Oh nasib, Burlian dan Kak Pukat yang kelelahan menggendong kayu sekeranjang tidak diperkenankan istirahat sedikit pun oleh Mamak. Mereka harus bolak balik bekerja mencari kayu dari pagi sampai sore tiba!
Mamak mulai terlihat galak. Makan pun hanya diberi nasi. kata Mamak, kalau memang sudah bosan sekolah, jadi pencari kayu saja!! nenek moyang mereka petani makan pun tidak seenak makan nasi. Burlian tak tahan menangis sambil menelan nasi-nasi itu. Hingga sore tiba, rumah hampir penuh dengan kayu bakar yang cukup untuk 3 bulan! Oh, ternyata Mamak sudah mengetahui bolosnya mereka kemarin....

Sejak saat itu, Burlian dan Kak Pukat bertekad kuat untuk belajar di sekolah dengan sungguh-sungguh... Keren kan, Mamak! Nggak perlu capek2 ngomel, tapi berikan pelajaran dalam bentuk lain. Patut dicontoh nih cara mendidiknya :)
Karena akhir-akhir ini sedang tertarik membaca Novelnya Tere Liye yang "serial anak-anak Mamak" (baru baca yang Burlian, sih..-red.), maka saya ingin mengulas salah satu contoh bagaimana Mamak mendidik anaknya (pake bahasa sendiri tapi...)
Hari itu Burlian dan Kak Pukat sengaja bolos dari sekolah. Pulang lebih cepat, hampir ketahuan Bakwo Dar. Tapi sayangnya, si bungsu Amel memergoki mereka. Syukurlah Amel bisa diancam sedikit untuk tutup mulut. Jangan sampai Mamak tahu...
Seharian mereka bolos hanya untuk menangkap belalang. Asiknya bukan main. Selamat! Mereka pulang sebelum Mamak sampai di rumah. Amel pun kelihatannya diam. Malam berhasil dilewati...
Esok paginya, Mamak mengajak Burlian dan kak Pukat mencari kayu ke hutan. Hah?! Luar biasa, baru kali ini Mamak mengizinkan mereka tidak masuk sekolah. Dengan senang hati keduanya ikut Mamak ke hutan. Tapi Mamak nampak dingin dan diam saja.
Oh nasib, Burlian dan Kak Pukat yang kelelahan menggendong kayu sekeranjang tidak diperkenankan istirahat sedikit pun oleh Mamak. Mereka harus bolak balik bekerja mencari kayu dari pagi sampai sore tiba!
Mamak mulai terlihat galak. Makan pun hanya diberi nasi. kata Mamak, kalau memang sudah bosan sekolah, jadi pencari kayu saja!! nenek moyang mereka petani makan pun tidak seenak makan nasi. Burlian tak tahan menangis sambil menelan nasi-nasi itu. Hingga sore tiba, rumah hampir penuh dengan kayu bakar yang cukup untuk 3 bulan! Oh, ternyata Mamak sudah mengetahui bolosnya mereka kemarin....

Sejak saat itu, Burlian dan Kak Pukat bertekad kuat untuk belajar di sekolah dengan sungguh-sungguh... Keren kan, Mamak! Nggak perlu capek2 ngomel, tapi berikan pelajaran dalam bentuk lain. Patut dicontoh nih cara mendidiknya :)
1 komentar:
mantaf lahh,, bahasannya udah mendidik anak gini.. saia tunggu makan-makannya buu.. (lho?) hhe
Poskan Komentar